Alpha.
ID EN
Alpha.

Blog ·

Data Dulu, Baru Iklan: Mengapa sebuah Bisnis Diving di Lombok Memilih Alpha Digital

person Daniel Santoso | schedule ? hari lalu

Data Dulu, Baru Iklan: Mengapa sebuah Bisnis Diving di Lombok Memilih Alpha Digital


Setiap bisnis hospitality punya cerita unik. Kali ini, ceritanya tentang sebuah operator diving course di Lombok.

Mereka bukan hotel. Bukan villa. Mereka adalah bisnis berbasis komunitas yang menjual experience — kursus menyelam, eksplorasi bawah laut, dan pengalaman marine tourism untuk wisatawan yang datang khusus ke Lombok.

Yang membuat cerita ini menarik: mereka menjalankan seluruh operasional bisnis di atas Odoo — platform ERP open-source yang mengelola inventaris alat selam, penjadwalan instruktur, pemesanan kursus, hingga faktur. Platform yang powerful secara operasional, tetapi memiliki keterbatasan serius dalam hal visibilitas digital.

SEO sulit. Website tidak mudah dioprek secara teknis. Google Ads? Mereka tidak tahu apakah ini akan bekerja — atau hanya membakar anggaran.

Dari "Tolong Jalankan Iklan" ke "Mari Kita Kumpulkan Data Dulu"

Saat pertama kali menghubungi Alpha Digital, ekspektasi mereka sederhana: "Bantu kami jalankan Google Ads."

Beberapa agency lain mungkin langsung mengatakan "bisa" dan menyusun kampanye dalam hitungan hari.

Kami tidak.

Karena pertanyaan sebenarnya bukan "bisakah kami menjalankan Google Ads untuk Anda?" — jawaban untuk itu selalu ya, secara teknis selalu bisa. Pertanyaan yang sebenarnya adalah: "Apakah Google Ads akan menghasilkan booking yang menguntungkan untuk bisnis spesifik Anda?"

Dan jawaban untuk pertanyaan itu hanya satu: kami belum tahu. Biarkan data yang menjawab.

Pendekatan Alpha: Measurement Sebelum Eksekusi

Untuk bisnis dengan karakteristik non-standar — seperti operator diving course yang target pasarnya spesifik (wisatawan dengan minat menyelam, budget tertentu, musim tertentu) — tidak ada template kampanye yang bisa langsung diterapkan. Setiap keputusan harus berdasarkan data aktual dari bisnis itu sendiri.

Kami memulai dengan fase measurement:

Langkah 1: Memasang Infrastruktur Data

  1. Google Analytics 4 (GA4) — Dipasang di website Odoo klien untuk mulai mengumpulkan data pengunjung: dari mana mereka datang, halaman apa yang mereka lihat, berapa lama mereka bertahan, dan — yang paling penting — apakah mereka mengambil tindakan (booking inquiry, WhatsApp click, form submission).

  2. Microsoft Clarity — Tool visual gratis dari Microsoft yang merekam sesi pengunjung dan menghasilkan heatmap. Untuk bisnis diving, ini krusial: apakah pengunjung memahami paket kursus yang ditawarkan? Apakah mereka scroll sampai ke informasi harga? Apakah tombol "Book Now" terlihat?

  3. Google Search Console (GSC) — Untuk memahami performa organik: kata kunci apa yang sudah mendatangkan pengunjung? Apakah website terindeks dengan baik oleh Google? Di posisi berapa untuk pencarian seperti "diving course Lombok" atau "scuba diving Gili"?

Langkah 2: Mengumpulkan Data

Saat ini, kami sedang dalam fase ini.

Data sedang dikumpulkan. Setiap hari, GA4 mencatat kunjungan baru. Clarity merekam sesi pengunjung. GSC melaporkan performa pencarian. Kami belum membuat kesimpulan — karena kesimpulan yang dibuat sebelum data cukup adalah tebakan, bukan analisis.

Langkah 3: Analisis dan Rekomendasi

Ini adalah langkah berikutnya — setelah data mencukupi. Yang akan kami analisis:

  • Sumber traffic: Dari mana pengunjung berasal? Organik, referral, direct? Apakah ada channel yang sudah bekerja tanpa iklan?
  • Perilaku pengunjung: Apakah mereka menemukan informasi yang mereka cari? Di mana titik drop-off?
  • Volume pencarian: Apakah cukup banyak orang mencari "diving course Lombok" untuk membuat Google Ads viable?
  • Seasonality: Apakah bisnis diving memiliki pola musiman yang harus diperhitungkan dalam strategi iklan?

Baru setelah analisis ini selesai, kami akan memberikan rekomendasi: Google Ads viable — dengan strategi X dan budget Y atau Google Ads tidak direkomendasikan saat ini — fokus dulu ke Z.

Kenapa GA4, Clarity, dan GSC Wajib Sebelum Iklan?

Untuk bisnis experience-based seperti diving course, keputusan marketing tidak bisa menggunakan template dari industri lain. Audiensnya spesifik, perilaku booking-nya berbeda dari hotel, dan seasonality-nya unik.

GA4 memberikan data tentang perjalanan pengunjung dari klik pertama hingga konversi. Tanpa GA4, Anda menjalankan iklan tanpa tahu apakah iklan itu menghasilkan booking atau hanya menghabiskan budget.

Clarity menunjukkan bagaimana pengunjung berinteraksi dengan website — bukan hanya bahwa mereka berkunjung. Heatmap dan session recording mengungkapkan masalah UX yang tidak terlihat di angka GA4: tombol yang tidak diklik, informasi yang tidak ditemukan, formulir yang ditinggalkan.

GSC menjawab pertanyaan fundamental: apakah bisnis Anda sudah ditemukan di Google? Kata kunci apa yang sudah bekerja? Apakah ada masalah indeksasi?

Ketiganya adalah fondasi. Tanpa fondasi, Google Ads adalah bangunan di atas pasir.

Status Saat Ini: Data Sedang Dikumpulkan

Kami ingin transparan tentang ini: proyek ini masih berjalan. Data sedang dikumpulkan. Analisis belum selesai. Kesimpulan belum ada.

Dan justru di sinilah letak nilai Alpha Digital.

Kami tidak menulis studi kasus dengan outcome yang direkayasa. Kami tidak membuat "success story" dari proyek yang belum selesai. Kami mendokumentasikan proses — karena proses inilah yang membedakan pendekatan data-driven dari agency yang langsung menjual iklan tanpa audit.

Ketika data sudah mencukupi, kami akan menulis bagian kedua dari cerita ini: apa yang kami temukan, apa yang kami rekomendasikan, dan mengapa.

Pelajaran untuk Pemilik Bisnis Hospitality dan Experience

Cerita ini relevan untuk siapa pun yang menjalankan bisnis hospitality atau experience di Bali dan Lombok — baik itu hotel, villa, restoran, diving course, surf camp, yoga retreat, atau operator tur:

  1. Tidak semua bisnis sama. Operator diving course dan hotel butik memiliki profil pelanggan, pola booking, dan musim yang berbeda. Strategi iklan harus disesuaikan — bukan disamakan.
  2. Data adalah fondasi, bukan aksesori. GA4, Clarity, dan GSC bukan "nice to have" — mereka adalah infrastruktur wajib sebelum keputusan iklan dibuat.
  3. Hati-hati dengan agency yang langsung menjual iklan. Jika sebuah agency menawarkan paket Google Ads tanpa terlebih dahulu melakukan audit measurement, mereka menjual harapan — bukan hasil.
  4. Tidak apa-apa untuk mengatakan "kami belum tahu." Justru itulah pendekatan yang jujur dan profesional. Lebih baik menunggu data daripada mengambil keputusan berdasarkan asumsi.

OTA dan Iklan: Bukan Musuh, Tapi Alat yang Berbeda

Untuk bisnis diving dan experience, OTA seperti Tripadvisor, Klook, dan platform booking aktivitas adalah saluran akuisisi yang penting. Mereka membawa tamu yang mungkin belum pernah mendengar tentang operator Anda.

Google Ads — dan saluran direct marketing lainnya — berfungsi sebagai remarketing dan direct relationship. Tamu yang datang dari OTA bisa di-retarget melalui iklan. Tamu yang mencari "diving course Lombok" di Google bisa langsung diarahkan ke website Anda.

Keduanya saling melengkapi. Bukan memilih salah satu — tapi memahami peran masing-masing.


Tentang Alpha Digital Agency

Alpha Digital Agency adalah konsultan digital marketing yang berbasis di Denpasar, Bali. Kami membantu bisnis hospitality dan experience — hotel, villa, restoran, diving course, dan operator tur — membangun fondasi data sebelum eksekusi iklan.

Apa yang kami lakukan:

  • Google Ads — 9 tahun pengalaman, dijalankan berdasarkan data, bukan tebakan
  • Data & Measurement — Instalasi dan konfigurasi GA4, GTM, GSC, dan Microsoft Clarity
  • Website & Booking Engine — Website hospitality yang dioptimalkan untuk konversi
  • AI Agent — Chatbot yang terintegrasi dengan data properti

Kami tidak menjual iklan. Kami menjual kepastian — apakah iklan akan bekerja untuk bisnis spesifik Anda. Dan itu hanya bisa dijawab dengan data.


Artikel ini adalah bagian pertama dari dokumentasi proyek yang sedang berjalan. Bagian kedua akan dipublikasikan setelah fase analisis selesai — dengan data aktual, temuan, dan rekomendasi.